Kubu Raya (MI) ~ Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih saja ada oknum pejabat Desa hingga RT yang tega memotong Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang disalurkan ke warga.

Hal itu terungkap dari investigasi wartawan Koran Metro Indonesia Online dari berbagai sumber yang layak dipercaya di Desa Selat Remis Kecamatan Telok Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (23/07/2020).

Menurut informasi yang dihimpun, bahwa BLT-DD yang disalurkan sebesar Rp.600 ribu, namun dipotong Rp.200 ribu, sehingga penerima bantuan tersebut hanya Rp.400 ribu.

Seperti pengakuan Si (inisial -Red) penerima BLT, bahwa dirinya didatangi oknum RT setempat menyodorkan pernyataan persetujuan penyaluran BLT Rp.400 ribu.

Ketika Si komplain, kenapa Desa lain menerima Rp.600 ribu, kok Desa Selat Remis Kecamatan Telok Pakedai Rp.400 ribu. “Katanya alasan RT tersebut DD-nya tidak cukup dibagi,” ungkap Si.

Oknum RT setempat tidak merincikan berapa DD Selat Remis yang sebenarnya. “Kalau kamu tidak tanda tangan, kamu tidak mendapat BLT,” papar Si mengulang kata-kata apa yang disebut oknum RT.

Tentunya dengan sangat terpaksa Si menandatangani dan menerima BLT-DD Rp.400 ribu, karena bagi Si sangat dibutuhkan. “Karena saya sangat butuh untuk persiapan di rumah, karena saat ini masih mewabahnya virus Corona dan belum bisa mengais rezeki jadi di rumah saja,” pungkas Si sambil meneteskan air mata.

Dari informasi yang didapat itu, beberapa masyarakat mengharapkan agar pihak hukum bisa turun langsung untuk melakukan investigasi ke lapangan yang sedang terjadi hal tersebut.

Apalagi Desa Selat Remis Kecamatan Telok Pakedai Kabupaten Kubu Raya, masyarakatnya memang sangat membutuhkan berbagai bantuan. Terutama Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang sangat diharapkan untuk mengurangi beban karena tetap berada di rumah disaat pandemi Covid-19.

“Kami berharap pihak-pihak yang terkait, baik itu Kepolisian, Kejaksaan hingga pemerintah daerah untuk segera periksa Kepala Desa (Kades) dan staf Desa hingga pengurus RT di seluruh Desa Selat Remis Kecamatan Telok Pakedai. Agar anggaran BLT-DD sesuai jumlahnya dan korban penerima bantuan tidak ada lagi diakibatkan oknum aparat Desa yang secara terang-terangan memotong bantuan tersebut,” tambah warga lainnya.

Bila penerima BLT kira-kira hampir mencapai 200 orang, bila dikalikan Rp.200 ribu yang dipotong, dengan kata lain setiap anggaran BLT-DD jumlah potongannya mencapai Rp.40 Juta, dan bila dalam masa pandemi Covid-19 cair sampai 3 kali, berarti potongan BLT-DD mencapai Rp.120 Juta. LUAR BIASA oknum-oknum yang tega mengambil hak orang lain yang sangat membutuhkan.

MI — 035