Jakarta (MI) ~ Teringat dalam kenangan pada masa-masa sekolah dulu, kemudian disaat ujian untuk kelulusan pada tahun ajaran 1982-1983 di SMPN 139 Jakarta Timur, Ilham Achmad Yani dan Togar Situmorang melanjutkan ke SMA pilihannya masing-masing.

Sejak tahun 1983 itulah, baik Ilham Achmad Yani dan Togar Situmorang tidak pernah lagi bertemu dan terus berjalan sesuai dengan perjalanan waktu dari tahun ke tahun. Ilham Achmad Yani berkecimpung di dunia Publisistik atau tepatnya sebagai Jurnalis di sebuah Koran Harian Nasional.

Sementara Togar Situmorang berkecimpung di dunia Pengacara atau Lawyer dan ternyata mampu meraih kesuksesan dengan gelarnya SH.,MH.,MAP, dan kemudian bertempat tinggal di Denpasar, Bali. Bahkan Togar Situmorang memiliki kantor hukumnya dan meluas kantor cabangnya, disamping di Bali juga di Jakarta.

Ilham Achmad Yani di ruang kerja Metro Indonesia Online.

“Akhirnya tepat di bulan Januari 2020, saya mendapatkan kontak dengan Togar dan saling bertukar pikiran serta sharing seputar hukum dan publikasi. Saya pun akhirnya meminta bergabung dengan Law Firmnya dan disambut dengan tangan terbuka oleh Togar Situmorang,” cerita Ilham Achmad Yani kepada para wartawan yang menemuinya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan saat lanjutan gugatan Klien kantor Law Firm Togar Situmorang cabang Jakarta.

Lebih lanjut Pria berdarah Minang Sumatera Barat itu mengatakan, ketika diterima oleh Togar Situmorang untuk bergabung di kantor Lawfirmnya, Ilham Achmad Yani pun langsung menuju Gedung Piccadilly room 1003-1004, Jln. Kemang Selatan Raya No.99, Jakarta Selatan sebagai kantor yang mapnya dikirim melalui WhatsApp oleh Togar Situmorang.

Togar Situmorang, SH.,MH.,MAP di ruang kerjanya di Denpasar-Bali.

“Setelah menemui adiknya Togar, yakni Darius, saya pun langsung bekerja di Law Firm Togar Situmorang di bidang Publikasi dan turut serta dalam marketing hukum dengan sebatas kemampuan saya. Tetapi karena saya berkecimpung di Publikasi, maka tugas-tugas saya adalah bagaimanapun caranya siap membuat Law Firm Togar Situmorang menjadi terkenal di berbagai kalangan,” ujar Ilham Achmad Yani yang menjabat sebagai Redaktur Pelaksana Metro Indonesia Online.

Pria kelahiran Kota Cakranegara-Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pernah menjabat Koordinator Publikasi di Persatuan Sepakbola Jakarta Utara itu mengungkapkan, untuk membuat artikel ataupun pemberitaan dalam publikasi tentang hukum merupakan hal yang perlu dengan ketelitian dalam penulisan. Apalagi menurutnya, Togar Situmorang meraih gelar pasca sarjananya yakni Magister Administrasi Publik (MAP).

“Penulisan pemberitaan tentang hukum, baik itu perdata maupun pidana harus sesuai dengan prosedur 5.W – 1.H Jurnalistik. Apalagi kalau beritanya dengan kriminalitas, kita harus tepat dan seimbang, serta penuh ketelitian yang baik agar para pembaca bisa mendapat informasi dari pemberitaan tersebut. Banyak jurnalis yang kerap salah dalam memahami istilah hukum, kondisi ini sering dikeluhkan Jaksa dan Aparat Hukum lainnya. Namun dimaklumi karena jurnalis yang ditugaskan di bidang hukum utamanya juga tidak semua memiliki dasar keilmuan hukum,” papar Ilham Achmad Yani.

Lebih lanjut dikatakannya, ada wartawan yang belum paham tentang hal-hal sederhana di dunia hukum, misalnya membedakan tersangka, terdakwa, terpidana dan sebagainya. “Wartawan yang menjalankan profesinya dengan benar tidak bisa dipidana, meski dilaporkan ke Polisi, kebanyakan mentah di Pengadilan, karena memang ini urusan pers bukan pidana,” pungkas Ilham Achmad Yani.

Di akhir ceritanya dengan bergabungnya ke Law Firm, Ilham Achmad Yani menyatakan, bahwa advokat dan jurnalis adalah sebuah keterkaitan dalam mengungkap sebuah keadilan dan kebenaran. Togar Situmorang sebagai kawannya sewaktu di SMP itu menjadi inspirasi kolaborasi antara publikasi dan hukum oleh Ilham Achmad Yani, namun tetap pada koridor 5W-1H dan pemberitaan tentang hukum harus penuh ketelitian yang seksama.

MI – 003