Rejang Lebong (MI) ~ Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah mempelajari laporan garan pelangdugaan pencatutan dukungan masyarakat untuk syarat dukungan bakal calon perseorangan maju dalam Pilkada 2020.

Koordinator Divisi Hukum Gakkumdu Rejang Lebong, Yuli Maria saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan pihaknya sedang fokus mempelajari pelanggaran dugaan pencatutan KTP dan dukungan masyarakat ini mengarah ke pidana atau bukan.

“Ini masih kami dalami, apakah memenuhi unsur atau tidak. Ini lebih mengarah kepada kategori yang mana, yang jelas intinya mereka ini merasa sama sekali tidak pernah memberikan dukungan,” urainya.

Dia mengatakan pihaknya telah memanggil sejumlah saksi-saksi bersamaan dengan penyelidikan yang dilakukan petugas Polres Rejang Lebong terhadap laporan masyarakat yang ditujukan ke Sentra Gakkumdu Rejang Lebong karena KTP mereka masuk di dukungan bakal calon perseorangan Pilkada Rejang Lebong. “Inti dari laporan itu, masyarakat ini merasa tidak pernah memberikan foto copy KTP dan dukungannya,” jelasnya.

Untuk itu, katanya, pihaknya sudah melakukan upaya klarifikasi dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi dari warga masyarakat dan petugas penyelenggara pemilu, yakni PPS dari sejumlah desa dan kelurahan.

“Pemeriksaan hari ini berbarengan dengan proses lidik teman-teman polisi, kami klarifikasi kawan-kawan juga memintai keterangan dalam rangka lidik,” urainya.

Sebelumnya sejumlah warga dari beberapa desa dan kelurahan di Rejang Lebong mengaku tidak pernah memberikan dukungan KTP terhadap bakal calon Pilkada jalur perseorangan Samsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah (SAHE) yang saat ini sedang dalam proses verifikasi faktual oleh petugas PPS di 156 desa dan kelurahan di Rejang Lebong.

MI – 026