Denpasar (MI) ~ Wabah Internasional Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus meningkat secara signifikan, berbagai daerah di Indonesia sendiri juga meluas di iringi dengan jumlah kasus, termasuk jumlah kematian akibat wabah yang mematikan tersebut.

Akibat dari dampak virus corona yang tetap meningkat, masih banyak masyarakat yang mengabaikan anjuran pemerintah, selain cuci tangan dan jaga jarak dalam pencegahan penularan, memakai masker juga sebagai kewajiban bagi masyarakat bila keluar dari rumah.

Untuk itulah para advokat dan staf karyawan di Lawfirm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jln. Tukad Citarum No.5 Renon, Denpasar-Bali sejak virus Corona mulai merambah Negara Kesatuan Republik Indonesia, mewajibkan memakai masker, bahkan CEO & Founder Lawfirm tersebut, yakni Togar Situmorang, SH., MH., MAP selain teguran juga memberikan sanksi.

“Saya tidak ingin para advokat dan staf di kantor terpapar Covid-19 yang diakibatkan mengabaikan anjuran pemerintah dan mengikuti tata cara pencegahan virus yang mematikan ini, jadi saya perintahkan di tim jajaran saya harus wajib memakai masker, selain tata cara pencegahan seperti cuci tangan dan jaga jarak,” ujar Togar Situmorang di Bali kepada wartawan Koran Metro Indonesia Online melalui ponselnya (18/5/2020).

Togar Situmorang, SH., MH., MAP

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia, menurut Advokat yang dijuluki “Panglima Hukum” itu, diperlukan percepatan penanganan virus Corona.

“Tidak salah jika pemerintah telah menyatakan wabah virus corona sebagai bencana nasional. Maka, harus ada upaya gotong royong, sinergi sumber daya dan strategi dari semua komponen bangsa menghadapi rasa cemas yang dirasakan masyarakat Indonesia. Karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan agar tidak tertular virus berbahaya ini. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh guna meminimalisir potensi terinfeksi virus corona,” tutur Togar Situmorang.

Selain itu, lebih lanjut pria keturunan Medan yang beberapa bulan lalu telah membuka kantor cabang Lawfirmnya di Jakarta, tepatnya di Gedung Piccadilly room 1003-1004 Jln. Kemang Selatan No.99 Jakarta Selatan itu mengungkapkan, ada beberapa kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah tentang Pembatasan Sosial Skala Besar, tidak keluar rumah, menjaga kebersihan, menggunakan handsanitizer, dan selalu menggunakan masker.

Advokat dan Staf Lawfirm Togar Situmorang cabang Jakarta.

Togar Situmorang membenarkan bahwa perkembangan virus corona begitu sangat berbahaya. Perkembangan jumlah kasus positif di masyarakat tiap hari menunjukkan angka yang meningkat jumlahnya, sebab masih ada saja masyarakat yang membandel tidak mengikuti arahan atau anjuran dari Pemerintah terutama tidak menggunakan masker.

“Jadi jangan membandel atau keras kepala dalam menangani virus corona ini, sebab kita ini berhadapan dengan sesuatu yang tidak kelihatan dan tidak bisa diraba,” ungkap Founder & CEO Firma Hukum di Lawfirm Togar Situmorang yang berkantor cabang Bali, Jln. Gatot Subroto No. 22, Denpasar-Bali.

Implementasi peduli Covid 19 tersebut, sudah di terapkan oleh para advokat dan staf Law Firm Togar Situmorang, bila menjalankan tugas dan dalam melakukan sidang di Pengadilan Negeri, pendampingan saksi, maupun bertemu klien di kantor atau di luar kantor tetap menggunakan masker dan selalu menjaga kebersihan.

Ketika ditanya wartawan Koran Metro Indonesia Online tentang sanksi bagi jajarannya yang mengabaikan tentang anjuran tersebut. Togar Situmorang dengan senyumnya yang khas menjawab, sudah ada sanksinya di manajemen Lawfirm Togar Situmorang.

“Sanksi buat advokat-advokat dan staf memang saya terapkan, karena saya benar-benar ingin semuanya sehat dan tidak tertular virus Corona, dan ini saya tekankan dengan tegas kepada semuanya. Kalau tentang sanksi yang diberikan itu rahasia manajemen,” pungkas Togar Situmorang yang juga Ketua Hukum dari Rumah Sakit dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur.

MI – 003