Jakarta (MI) ~ Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara telah menyelidiki kasus nasi anjing itu. Polisi juga sudah mendatangi lokasi pembuatan nasi anjing itu. “Mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal,” kata Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (27/4/2020).

Menurut Togar Situmorang, SH.MH., MAP, Advokat sekaligus Pengamat Kebijakan Publik nasi bungkus berlogokan “Nasi Anjing” yang dibagikan kepada warga Warakas, Jakarta Utara itu sangat disesalkan dan melecehkan umat Islam yang saat ini tengah menjalankan ibadah Puasa Ramadhan, apalagi di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang sedang mewabah seluruh dunia.

“Walaupun nasi bungkus yang dibagikan itu halal, namun perlu diketahui umat muslim pasti beranggapan bahwa nasi bungkus itu ada daging binatang yang sangat tidak disukai oleh umat muslim. Tentunya perlu ada klarifikasi dari pihak yang membagikan nasi bungkus tersebut, karena saat ini umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa, harus secara legowo ada permintaan maaf,” papar Advokat kondang yang pernah dinobatkan sebagai The Most Leading Lawyer in Satisfactory Performance of The Years 2019.

Disaat umat Muslim dunia menjalankan ibadah Puasa Ramadhan, oknum dari sebuah Yayasan yang memberikan nasi bungkus berlogo “Nasi Anjing”, bahkan disebutkan tentang nasi bungkus itu karena porsinya lebih besar dan membuat kenyang. Namun justru memancing warga umat muslim khususnya, yang menganggap bahwa itu ada daging anjingnya.

“Jangan sampai ada motif lain dari pemberian nasi bungkus itu kepada arah mengadu domba antara umat beragama, karena dapat memicu memecah dan kericuhan antar masyarakat ditengah wabah Virus Corona,” tegas CEO & Founder Lawfirm Togar Situmorang yang telah buka cabangnya di Jakarta, Gedung Piccadilly room 1003-1004, Jln. Kemang Selatan Raya No.99, Jakarta Selatan.

Namun menurut Togar Situmorang, SH,MH,MAP kelahiran Jakarta asal Sumatra Utara itu juga mendukung upaya hukum pihak aparat untuk menindak oknum donatur yang mengaku dari yayasan tersebut membagikan “Nasi Anjing”, karena bila hal itu dibiarkan dan hanya permohonan maaf saja, maka hukum di Indonesia tidak berjalan. “Tidak hanya melukai hati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, jelas merendahkan umat mayoritas Indonesia,” tambah Togar Situmorang yang menjabat Ketua Hukum dari RS. dr. Moedjito Dwidjosiswojo, Jombang, Jawa Timur.

Lebih lanjut Advokat yang berkantor pusat di Jln. Tukad Citarum No.5A Renon, Denpasar-Bali itu mengungkapkan, dengan menindak oknum pembagi nasi bungkus itu tentu membuat jera sang pelaku sekaligus juga tidak ada lagi pihak lain yang berani melakukan hal tersebut.

“Di DKI Jakarta sedang ada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk tetap jaga kondusifitas serta fokus peduli Covid 19 jadi harus kita jalankan anjuran tersebut serta ikut menjaga juga menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan ini,” pungkas Togar Situmorang,SH,MH,MAP.

MI — 003