Kubu Raya (MI) ~ Pemerintah Pusat tiada henti-hentinya mengeluarkan kebijakan untuk kemajuan ekonomi di berbagai pelosok daerah.

Dalam rangka mengatasi ancaman doforestasi dan degradasi ekosistem gambut akibat pengelolaan dan pemanfaatan yang kurang bijaksana dan berkelanjutan, maka pemerintah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016.

BRG memiliki tugas pokok fasilitasi dan koordinasi kegiatan restorasi gambut seluas 2,4 juta hektar yang tersebar di 7 (tujuh) provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Desa Simpang Kanan Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perumahan Rakyat melakukan revitalisasi sosial ekonomi masyarakat peternakan ayam potong, dananya dari APBN 2018.

Namun tim investigasi Metro Indonesia Online melihat adanya dugaan penyelewengan dana yang menurut warga Desa Simpang Kanan bahwa dana BRG itu tidak tepat sasaran, cenderung hanya dikelola oleh oknum staf Desa Simpang Kanan.

Perlu diketahui, saat ini BRG menerapkan pendekatan 3R yaitu Rewetting (Pembasahan kembali gambut), Revegetation (Revegetasi) dan Revitalization of local livelihoods (Revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat) di dalam implementasi restorasi gambut di provinsi target.

Kandang ayam milik warga yang diduga di klaim dananya dari anggaran pemerintah.

Anggaran dananya Rp. 190 juta, sedangkan yang di bangun hanya satu kandang ayam saja, namun satu kandang tersebut punya masyarakat, tentunya dalam hal ini ada indikasi penyimpangan.

Masyarakat berharap supaya masalah ini harus di periksa oleh pihak yang berwajib karena adanya dugaan penyelewengan anggaran untuk masyarakat. “Bila perlu dari kejaksaan harus bertindak cepat untuk pemeriksaan lokasi tersebut,” imbuh salah seorang warga Desa Simpang Kanan.

Tim Investigasi Metro Indonesia