Bali (MI) ~ Perayaan hari raya Nyepi tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Hindu. Perayaan yang hanya digelar sekali dalam setahun itu mempunyai budaya dan keunikan tersendiri.

Dimana perayaan hari Nyepi pada tahun ini jatuh pada tanggal 25/03/2020. Semua umat Hindu di seluruh nusantara akan melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Seperti diketahui, Catur Brata Penyepian adalah empat hal yang tidak boleh dilakukan pada saat melaksanakan Catur Brata Penyepian yang meliputi yaitu amati geni (tiada berapi-api atau tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), yang kedua adalah amati karya (tidak bekerja). Segala aktivitas pekerjaan harus dihentikan oleh umat Hindu dan berfokus kepada Sang Pencipta, Kemudian, yang ketiga adalah amati lelungan, artinya tidak boleh berpergian.

Jadi, selama perayaan Nyepi, umat Hindu harus berdiam di rumah, dan yang keempat adalah amati lelanguan. Artinya tidak mengumbar hawa nafsu, tidak menikmati hiburan, tidak mengadakan hubungan biologis antar pasangan suami istri meskipun itu sah.

Demikian dikemukakan Togar Situmorang, SH,MH,MAP, Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik yang dijuluki Panglima Hukum saat diwawancara wartawan Metro Indonesia Online melalui ponselnya (24/03/2020).

Togar Situmorang mengimbau seluruh lapisan masyarakat harus bisa menghormatinya. Dan disinilah toleransi antar umat beragama itu diperlihatkan dan diimplementasikan di kehidupan nyata.

“Toleransi merupakan hal yang sering digaungkan dan diimpilkan oleh banyak orang dari berbagai pihak, baik pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, bahkan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya diri kita sendiri,” papar Togar Situmorang yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar.

Langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atau menumbuhkan sikap toleransi pada diri sendiri adalah kita mengetahui serta memahami apa itu toleransi. Toleransi secara luas adalah sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari nilai atau norma-norma agama, hukum, budaya, di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap yang orang lain lakukan.

Togar Situmorang,SH,MH,MAP yang terdaftar dalam Penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year juga menilai pelaksanaan Catur Brata Penyepian ini sejalan dan selaras dengan Arahan Presiden Republik Indonesia, Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Himbauan Gubernur Bali terkait bahanya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Melihat situasi saat ini wabah pandemi Virus Corona tersebut sangat berbahaya dan mengkhawatirkan.

“Semoga dengan adanya perayaan suci Nyepi dan pelaksanaan Catur Brata Penyepian bisa mengurangi bahkan menghilangkan virus berbahaya tersebut, karena dalam waktu 24 jam atau satu hari Bali benar-benar dalam keadaan sepi tanpa aktivitas sedikitpun,” kata Togar Situmorang,SH,MH,MAP menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar.

“Dengan melihat keadaan alam yang sedang dalam tidak baik, mari kita Mulat Sarira atau merenungkan diri dan mematuhi semua arahan dan himbauan dari Pemerintah demi kebaikan kita bersama,” ucap Togar Situmorang yang juga Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur.

“Dan dalam hari raya suci Nyepi ini, kami dari Law Firm Togar Situmorang, mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1942, semoga kita tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan tetap dalam kedamaian,” pungkas Advokat Togar Situmorang.

MI – 003