Depok (MI) ~ Setelah saksi kunci utama, ibu Arfah dihadirkan dan 3 saksi lainnya dari 5 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus jual-beli tanah yang menyeret Abdul Kodir Jaelani menjadi terdakwa.

Ada saksi dari Staf Notaris Widiati Usadaningsih, yakni bapak Heru berbelit-belit saat menjawab pertanyaan Majelis Hakim yang diketuai Muhammad Iqbal Hutabarat, SH.MH.

Sidang lanjutan keterangan para saksi tersebut di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (12/02/2020). Menurut kuasa hukum Abdul Kodir Jaelani, dari keterangan para saksi-saksi yang sudah berjalan sebanyak 4 orang jawabannya berbelit-belit.

“Terutama saksi H. Harun dan Heru staf notaris yang memberikan keterangan dalam menjawab pertanyaan Majelis Hakim dan kami berbelit-belit hingga sedikit buat ramai yang hadir di ruang sidang,” ujar M. Nasron, SH.MH didampingi Panardan, SH dan Bambang Sri Pujo, SH.

Tim kuasa hukum Abdul Kodir Jaelani saat diwawancara para wartawan, paling kanan (baju biru pakai jilbab) Hj. Iis Rufaidah ibu kandung Abdul Kodir Jaelani.

Dikatakan, bahwa ibu Arfah sebagai saksi kunci utama telah mengakui pembayaran tanah dan bangunan 299 m² miliknya itu sebesar Rp. 315 juta, sedang saksi seperti Heru yang dari staf Notaris selalu berbelit-belit.

“Majelis Hakim juga sedikit penekanan dimana jawaban Heru dan H. Harun selalu berbelit, yang terpenting juga klien kami Abdul Kodir Jaelani membantah apa yang dikemukakan para saksi,” ujar Panardan.

Lebih lanjut Panardan menambahkan, ada konsekuensi hukum untuk para saksi yang berbelit-belit atau berbohong di depan persidangan. “Kami pastikan siapapun juga, baik itu saksi atau pihak diluar yang menunganggi perkara ini akan kami ambil langkah-langkah mendapat akibat hukumnya,” paparnya.

Sidang kembali dilanjutkan pada hari Senin, 17 Februari 2020 di PN Depok, Jawa Barat dengan menghadirkan tambahan beberapa saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berita terkait ibu Arfah — KLIK DISINI

MI – 003