Bengkulu (MI) ~ Pemangkasan jumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dan jajarannya mulai dilakukan tahun ini. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkena pemangkasan tersebut adalah Satpol PP.

Tahun ini, sebanyak 227 honorer Satpol, sebanyak 51 orang diantaranya diberhentikan. Sementara 171 orang lainnya masih tetap dipekerjakan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Hermansyah menilai dengan adanya pemangsakan itu, membuat Satpol PP Kota Bengkulu kekurangan personel.

Dijelaskannya, idealnya personel Satpol PP untuk di Kota Bengkulu ini berkisar 200 orang lebih. Hal ini dikarenakan Kota Bengkulu memiliki beberapa pasar, seperti Pasar Panorama, Barukoto, Pasar Minggu, Pasar Pagar Dewa dan juga tempat wisata yang sangat membutuhkan Satpol PP untuk melakukan pengawasan.

Saat tugas untuk bersih-bersih.

Dia menambahkan untuk mengatasi kekurangan ini dirinya akan selalu melibatkan TNI-Polri bila akan melakukan penertiban ke depannya. Selain itu nantinya Satpol PP juga akan membentuk tim Satgas yang isinya nanti akan memperdayakan orang sekitar pasar. Untuk kategorinya sendiri, akan dipilih orang yang memiliki fisik dan kemampuan kuat.

“Status mereka ini nanti adalah Satpol PP yang memiliki Tupoksi penertiban di wilayah pasar yang sudah ditetapkan. Untuk setiap pasar akan kita siapkan 10 orang tim Satgas. Untuk ASN di Dinas Satpol PP sendiri berkisar 42 orang, 20 orang merupakan wanita yang tugasnya hanya di sekretariat Satpol PP,” jelasnya.

Sementara Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM menjelaskan, kalau Pemkot melakukan seleksi ulang terhadap PTT. Meskipun sebenarnya Pemkot ingin semua PTT ini terakomodir. Tetapi Pemkot meminta kepada mereka untuk tetap meningkatkan kualitas kerja.

Seperti PTT adminitrasi tetapi tidak bisa mengoperasikan komputer, PTT yang tidak pernah masuk, tidak mungkin akan diperpanjang kontraknya untuk di tahun ini.

MI – 026 / 046