Bengkulu (MI) ~ Kebutuhan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemkab Lebong tahun 2020 mencapai 1.824 orang. Jumlah ini berdasarkan hasil analisa jabatan (anjab) dari Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Lebong.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lebong, Hosen Basri melalui Kabid Mutasi dan Pengadaan, Apedo Irman mengatakan, akan ada pemangkasan kurang lebih 900 TKK jika dibandingkan kuota tahun 2019 lalu.

“Sudah 23 OPD sudah menyerahkan hasil Uji Kompetensi TKK. Sisanya, belum menyerahkan karena masih melaksanakan seleksi tambahan,” ujarnya, Selasa (4/2) siang.

Lebih jauh, ia menegaskan hasil anjab ortala ini diupayakan direvisi. Sebab, ada beberapa OPD yang memang jumlah hasil anjabnya tidak sesuai dengan kebutuan OPD.

“Misalnya seperti di Sekretariat Dewan (Setwan), berdasarkan hasil anjab yang diserahkan Ortala ke BKPSDM itu hanya 5 TKK. Namun, hasil itu akan direvisi karena tidak sesuai dengan beban kerja di Setwan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada TKK beberapa OPD dinyatakan gugur, namun angkanya belum final karena masih bergerak dinamis.

“Memang terakhir sesuai jadwal Senin (3/2) kemarin, seluruh OPD harus sudah menyerahkan ke BKPSDM. Tapi, ada beberapa yang belum karena penambahan seleksi bidang,” tambah dia.

Dia menuturkan, anjab sekaligus uji kompetensi TKK di lingkup Pemkab Lebong tersebut sesuai dengan Menpan RB Nomor 41 tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana bagi PNS di lingkungan Instansi Pemerintah.

Kemudian, Peraturan BKN nomor 12 tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anjab. Terakhir, Peraturan BKN nomor 19 tahun 2011 tentang Pedoman Penghitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja.

“Hasilnya nanti, sudah barang tentu akan kita laporkan ke pak sekda,” pungkas Apedo Irman.

MI – UT