Karawang (MI) ~ E. Hermawan, SH.MH yang dilahirkan 43 tahun silam ini lahir di sebuah desa yang bernama Pasirjaya Duku Kecamatan Cilamaya saat ini menjadi Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Beliau mengenyam pendidikan di SDN Pasirjaya dilanjutkan ke SMPN Cilanaya, dan MAN Cilamaya. Kemudian melanjutkan study di bidang Ilmu Hukum di Universitas Islam As-Syafi’iyah.

Setelah selesai program S1 beliau masuk di dunia kerja sebagai praktisi Human Resources Development (HRD) sampai pada karir puncaknya sebagai Wakil Presdir HRD yang membawahi beberapa perusahaan, selama menjadi praktisi HRD beliau jga aktif di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) DKI Jakarta.

Kang Hermawan demikian panggilan akrabnya, juga pernah menjadi anggota Panitia Penyelesaia Perselisihan Perburuhan DKI Jakarta (P4D) yang sekarang menjadi Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Selain itu juga beliau pernah menjadi anggota Dewan Pengupahan DKI.

Sambil menjalankan pekerjaannya beliau melanjutkan dijenjang S2 dengan mengambil program Magister Kenotariatan. Pada thn 2017 beliau diangkat sumpah sebagai Notaris di Kanwil Kumham Jawa Barat.

Inilah wawancara khusus wartawan Metro Indonesia Online dengan Kang Hermawan dirumahnya daerah Teluk Jambe, Kabupaten Karawang.

Metro Indonesia (MI): Bagaimana Konsep Pensejahteraan yang Ala Kang Hermawan..?

Kang Hermawan (KH): Jadi begini kita harus pahami dulu kata Pensejahteraan; itu adalah rangkaian proses atau rangkaian kegiatan yang mengarah dan bertujuan pada terciptanya Kesejahteraan. 

Oleh karena itu maka, kita akan melakukan dan menciptakan kegiatan-kegiatan ekonomi yg digerakan oleh masyarakat banyak, harus menjadikan masyarakat sebagai objek dari kegiatan-kegiatan keekonomian.

(MI): Apa Kongkritnya program pensejahteraan yang akan dilakukan masyarat.

(KH); Yang pertama kita akan mendirikan lembaga simpan pinjam syariah/bank infaq disetiap desa. Untuk memenuhi kebutuhan permodalan bagi masyarakat di Desa tersebut baik modal usaha maupun modal pertanian.

Yang Kedua membuat program-program unggul dalam bidang pertanian untuk meningkatkan hasil panen petani dengan memanfaatkan kemajuan tehnologi yg tepat guna tentunya.

Kang Hermawan saat menjadi moderator di Ikatan Notaris Indonesia (INI).

Yang ketiga mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha dari tingkat Desa dengan cara banyak melatih mereka untuk memahami pengelolaan usaha yang benar, baik untuk usaha sekala kecil, menengah maupun besar, dan tentu kita juga harus bisa membantu membuka akses-akses permodalan dan pasarnya sehingga mereka brani untuk memulai dan siap untuk menjadi pebisnis yg sukses.

Lalu ke-4, bekerjasama dengan banyak perusahaan baik untuk subkon pekerjaan, maupun untuk penempatan kerja yang mengutamakan bagi putra/putri daerah dengan tanpa dipungut biaya apapun, sehingga mereka bisa sejahtera di daerahnya sendiri.

(MI): Bagaimana menurut anda Konsep Kepemimpinan berbasis Melayani.

(KH): ya kalau mau jadi pemimpin, ya harus siap menjadi pelayan untuk yang dipimpinnya. Itu sederhananya, kalau mau jadi pemimpin berorientasi pengen dilayani pasti bermasalah dalam kepemimpinannya, maka yg terjadi ungkapan guyon “kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah” nah inikah masalah.

Sekarang sudah bukan jamannya lagi. Pemimpin berbasis melayani itu adalah mudah dan cepatkan semua urusan dan keperluan rakyat. Buat rakyat itu merasa puas dengan pelayanan kepemimpinan kita itu, kita harus mampu membuat guyonan “kenapa sulit kalau bisa dimudahkan”. Ingat bahwa segala fasilitas kepemimpinan itu dibayar oleh rakyat.

MI – 003