Jakarta (MI) ~ Bidang hukum itu ruang lingkupnya luas. Bisa di pemerintahan, BUMN maupun swasta. Untuk itu mahasiswa hukum yang telah lulus harus cerdas, kreatif mampu menjadi agen perubahan dan beraklak mulia.

Merekapun dituntut berwawasan kebangsaan, dan yang terpenting peduli masyarakat dan lingkungan hidup.

Demikian disampaikan Ade Muhamad Nur, SH.MH selaku Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Dharma Andiga ketika diwawancara wartawan Metro Indonesia Online, Kamis (26/12/2019) sore, seusai acara Wisuda Mahasiswa S.1 Ilmu Hukum di Cibubur, Jakarta Timur.

“Mahasiswa hukum harus memiliki keunggulan kompetitif agar bisa bersaing nantinya. Untuk itu hindari narkoba, pornografi, pergaulan bebas dan penggunaan medsos yang tidak berguna,” papar Ade Muhamad Nur yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Perkumpulan Advokat Muslim Indonesia (PERADMI) itu.

Ade Muhamad Nur di acara Wisuda STIH.

Ade Muhamad Nur mengatakan, mahasiswa atau alumni fakultas hukum yang memiliki skill atau mempunyai bekal dalam berpraktik hukum lebih dibutuhkan saat ini. Profesi lawyer adalah salah satu pilihan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi Ilmu Hukum.

“Setidaknya harus ada kemampuan yang dimiliki bila ingin berprofesi sebagai lawyer. Yakni, pemecahan masalah merupakan proses baik secara mental dan merupakan bagian dari menemukan masalah dan mengetahui jenis masalah (Problem Solving Skills). Kemudian kemampuan untuk bernegosiasi, kemampuan dalam menyelesaikan sengketa,” papar Ade M. Nur.

Kemudian lanjut Ade, Competence Skills, yaitu kompetensi ini merupakan penggabungan dari komitmen, pengetahuan, dan keterampilan untuk membuat seseorang melakukan tindakan yang efektif dalam situasi professional.

“Kompetensi tersebut berupa kemampuan soft skill, pengalaman, legal engineering, dan kemampuan yang ultimate untuk menjadi “a lawyer in demand,” pungkas pria kelahiran Tidore itu.

MI – 003