Lamongan (MI) ~ Pemerintah Kabupaten Lamongan melantik kepala desa (kades) terbanyak, yakni mencapai 369 orang karena dilakukan dalam satu waktu dari hasil pemilihan serentak 15 September 2019, dan salah satu kades viral di beberapa media sosial, karena parasnya yang cantik.

Perempuan cantik yang viral itu adalah Kades Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, bernama Angely Emitasari, yang awalnya berprofesi sebagai penyanyi dangdut dan statusnya masih lajang atau belum menikah.

Angely Emitasari

Bupati Lamongan Fadeli dalam sambutan pelantikan di Pendopo Lokatantra, Kamis, mengatakan sebanyak 369 kades tersebut berasal dari Kecamatan Glagah sebanyak 21 desa, Kecamatan Lamongan dan Paciran masing-masing sebanyak 11 desa, Kecamatan Solokuro sebanyak enam desa, Kecamatan Sambeng sebanyak 19 desa, dan Kecamatan Mantup sebanyak 12 desa

Kemudian dari Kecamatsn Deket dan Maduran masing-masing sebanyak 13 desa, dan Kecamatan Sugio sebanyak 18 desa. Sedangkan Kecamatan Tikung, Sukorame, Bluluk , Brondong, Kedungpring dan Sarirejo masing-masing delapan desa.

Selanjutnya, sejumlah 14 desa masing-masing dari Kecamatan Turi dan Ngimbang, 17 desa masing-masing dari Kecamatan Karangbinangun dan Sekaran, 15 desa masing-masing dari Kecamatan Modo, Sukodadi, Laren dan Babat, 16 desa masing-masing dari Kecamatan Kalitengah, Kembangbahu dan Pucuk.

Dari sejumlah tersebut masih didominasi kades laki-laki dan hanya sejumlah 22 orang kades perempuan. Fadeli mengajak seluruh kades terlantik untuk segera merealisasikan visi misi yang menjadi program saat kampanye. Kades diharapkan dapat mempercepat laju kemajuan desa, karena letak kemajuan Lamongan ada pada kemajuan desa-desanya.

Walau Angely Emitasari telah dilantik menjadi Kepala Desa, tetapi eksis sebagai penyanyi dangdut.

“Kepala desa harus mempercepat laju kemajuan desa. Mari kita memanfaatkan potensi yang dimiliki desa untuk memberdayakan warga desa,” ujarnya.

Fadeli menghimbau kepada kades untuk segera merangkul lawan-lawannya saat pilkades kemarin, karena sudah saatnya bersatu membangun desa.

Dalam pilkades serentak lalu, terdapat 385 kades terpilih. Seorang kades belum bisa dilantik secara serentak karena masih dalam kondisi sakit, dan sisanya karena masa jabatannya belum berakhir dan akan dilantik pada Januari 2020.

Usai pelantikan, Angely mengaku tidak pernah bercita-cita sebagai kepala desa. Namun ia menduduki posisi itu lantaran dukungan dari masyarakat. Karena sudah dikenal banyak orang akhirnya ia bisa menang.

“Saya maju mencalonkan diri menjadi Kades di Desa Kedungkumpul karena dorongan dari masyarakat di desa saya,” kata Angely kepada wartawan Metro Indonesia Online saat diwawancara kemarin.

Ketika kerap bernyanyi dangdut di berbagai panggung, banyak warga yang mengenali Angely. Dari situlah awal Angely mendapat dukungan mencalonkan diri menjadi kepala desa.

Namun, Angely tidak menutup kemungkinan untuk kembali menerima job bernyanyi jika ada tawaran. Tapi dia berjanji tidak akan ambil job yang menyibukkan pekerjaannya sebagai kepala desa. 

“Sementara fokus dulu ke pemerintahan, next kalau ada waktu luang Insya Allah saya kembali (nyanyi) lagi,” tambah Angely.

MI – Red