Mukomuko (MI) – Sejumlah masyarakat Kabupaten Mukomuko yang berprofesi sebagai pedagang mengeluhkan tingginya sewa tenda atau lapak jualan di lokasi pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu ke-34 di Kabupaten Mukomuko. Kabarnya, untuk satu lapak, pedagang harus membayar Rp 2 juta.

Diakui Sekretaris Disperindagkop-UKM Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE, beberapa hari yang lalu, memang ada seorang pedagang yang mengadu kepadanya terkait mahalnya sewa lapak berdagang di lokasi MTQ tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, lapak yang disewa itu merupakan tenda-tenda yang dikelola oleh pihak ketiga. Sedangkan kalau tenda untuk stand-stand yang disediakan oleh Pemkab Mukomuko, Nurdiana memastikan tidak ada pungutan alias gratis.

“Kalau tenda yang disediakan Disperindag untuk stand itu gratis. Kalau untuk lapak pedagang saya kurang tahu. Karena, yang mengelola pihak ketiga. Kemarin ada juga yang mengadu dengan saya, kok sewa lapak mahal, sampai Rp 2 juta,” ungkap Nurdiana ketika dikonfirmasi, kemarin dilansir Radar.

Keluhan pedagang itu, tidak mampu membayar sewa sebesar tersebut karena dagangan yang dijual hanya makanan ringan dan belum tentu keuntungan selama 7 hari pelaksanaan MTQ mencapai Rp 2 juta. Sayangnya, kata Nurdiana, pihak Disperindag tidak bisa memberikan solusi terkait hal tersebut.

“Kalau untuk menurunkan sewa kami tidak bisa kasih solusi. Kami hanya menyarankan kepada pedagang untuk membuka lapak sendiri, di sekitar area yang sudah ditentukan, tapikan tendanya tanggungjawab sendiri,” ujarnya.

Nurdiana mengatakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi kepada pihak pengelola lapak pedagang di lokasi MTQ. Menurut keterangan pengelola, terang Nurdiana, sewa tenda memang sudah mahal. Belum lagi sewa listrik, biaya kebersihan dan lain-lain.

“Kata pengelola, harga itu udah cukup standar. Pasalnya sewa tenda, listrik dan biaya kebersihan sudah mahal. Kalau disewakan di bawah itu, pengelola bisa tekor,” tambah Nurdiana.

MI 001