2019-09-29 20:43 Sumber: sindonews

Relawan Rumah Zakat bersama dengan anggota TNI membantu korban tragedi kemanusiaan di Wamena,Papua. FotoIst
JAKARTA – Kerusuhan yang terjadi di Wamena yang menyebabkan 32 orang meninggal dunia, 77 orang luka-luka dan sekitar 5.000-6.000 masyarakat mengungsi ke bandara untuk eksodus ke Sentani dan Jayapura pada Senin, 23 September 2019 lalu mendorong Rumah Zakat mengirimkan relawannya.

“Rumah Zakat merespons kejadian ini sebagai kejadian kemanusiaan, ada ribuan warga yang merasakan dampak dari tragedi tersebut. Sehingga kita harus ikut aktif melakukan aksi bantuan kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban,” ujar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, Minggu (29/9/2019).

Atas nama kemanusiaan, kata dia, Rumah Zakat turut berduka atas jatuhnya korban jiwa, hancurnya harta benda milik warga, dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat hingga harus mengungsi ke luar Wamena.

”Rumah Zakat langsung mengirimkan Relawan kemanusiaan untuk melakukan distribusi bantuan di posko pengungsi Jayapura, melakukan pelayanan, dan berkoordinasi dengan aparat TNI untuk pengiriman bantuan makanan dan relawan,” ujarnya.

Dia menyebut, saat ini 20 orang sudah bekerja membantu operasional posko kemanusiaan di Sentani dan Jayapura. “Insya Allah tadi pagi pukul 04.00 wib sebanyak 5 relawan kemanusiaan diberangkatkan ke Wamena,” ujar Nur Efendi.

Relawan kemanusiaan yang diberangkatkan akan membawa sejumlah bantuan seperti bahan pangan dan batuan lainnya yang dibutuhkan korban tragedi kemanusiaan. ”Tim relawan sedang melakukan loading barang bantuan bersama aparat di bandara untuk diangkut ke Wamena,” ujarnya.

Nur Efendi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu membagun persatuan dan menjaga perdamaian demi kesatuan negeri.

“Doa dan solidaritas kita saat ini sangat di butuhkan oleh saudara kita. Mari peduli korban tragedi kemanusiaan Wamena sebagai bentuk persaudaraan,” ujarnya.
(cip)