Muhammadiyah Tidak Perlu Terlalu Sering Sowan ke Istana

Ambon – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-12, Amien Rais, menghimbau segenap Pimpinan Muhammadiyah di Indonesia agar tidak terlalu akrab dengan kekuasaan.

“Kekuasaan datang dan pergi, pemerintah juga bergonta-ganti, tidak perlu terlalu sering sowan ke istana atau ke Gubernur atau ke Bupati dan lain-lain,” ujar Amien.

Hal ini disampaikannya saat ceramah bertajuk ‘Menentukan Posisi Politik Muhammadiyah’ dalam Tanwir Muhammadiyah di Islamic Center Ambon, Sabtu (25/2).

Sangat ganjil baginya ketika melihat sekelompok orang merasa bangga bisa diterima Presiden, kemudian setelah usai menjadi juru bicara (Presiden) di depan kerumunan wartawan.

“Sedikit masukan untuk Pimpinan Muhammadiyah dari daerah sampai pusat, pahamilah baik-baik hakikat kekuasaan yang sedang memerintah,” ucap Mantan Ketua MPR era Gus Dur ini.

Amien berharap kader Muhammadiyah agar selalu menjaga marwah, martabat atau self respect di tengah masyarakat yang semakin kritis, “Dan dalam berhadapan dengan penguasa yang hanya sementara, sementara!” tegasnya.

Ia pun berujar bahwa dalam berpolitik, apalagi disaat dipinjami secuil jabatan dari Allah SWT, itu ibarat jalan tol. Menjadi jalan super cepat tanpa penghalang menuju surga jannatun na’im, namun hanya bagi hamba yang memilih kebenaran memegang amanat Allah SWT.

“Pun sebaliknya, menuju neraka jahanam bagi mereka yang memilih kebathilan, memilih kemunkaran,” pungkas Amien.(BI)

author
No Response

Leave a reply "Muhammadiyah Tidak Perlu Terlalu Sering Sowan ke Istana"