Bandara Silangit Danau Toba Naik Kelas Jadi Bandara Internasional

Tapanuli Utara – Pengembangan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara sangat terbantu dengan keberadaan Bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara. Bandara ini baru beroperasi pada tahun lalu dan dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Dalam rapat kabinet terbatas minggu lalu, telah diputuskan bahwa bandara ini akan di upgrade menjadi international airport 2018.

“Karena itu, perpanjangan landasan dari 2200 meter menjadi 2650 meter, dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal segera dituntaskan,” ujar Menpar Arief Yahya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (22/2).

Bandara Silangit akan menjadi internasional, maka akan dibuat CIQP, Carantine, Immigration, Quarantine, Port. yang berlokasi di Siborong-borong, Tapanuli Utara. Selain ini bandara lain yang akan dinaikkan statusnya adalah Komodo Labuan Bajo, yang sampai sekarang masih berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan.

Pembenahan insfratruktur terus dilakukan. Tahapannya sudah masuk dalam level renovasi Bandara Silangit untuk mengejar kapasitas 500 ribu penumpang. Target renovasinya akan selesai di April 2017.

Nantinya, bandara ini dapat disinggahi oleh pesawat besar seperti Citilink dan Garuda. Landasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura (AP) II. Prosesnya malah akan dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit sudah bisa diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018, Bandara Silangit sudah bisa kita usulkan menjadi bandara internasional.

Arief katakan bahwa semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Bali, atau 10 Top Destinasi Prioritas, diproyeksikan menjadi international airports. Memang jika ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar. Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi prioritas itu.

Joglosemar, Jogja-Solo-Semarang, saat ini sudah berstatus international airport, tetapi khusus Adi Sucipto Jogjakarta sudah overload. Karena itu, Presiden Joko Widodo sudah meletakkan batu pertama di Kulonprogo untuk mendukung destinasi Joglosemar, dengan ikon Borobudur.

Terkait perubahan bandara tersebut, Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang didampingi Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, Arie Prasetyo mengatakan bahwa ini kabar baik dan Badan Otrita Pariwisata Danau Toba sedang bekerja keras.

Setelah Danau Toba ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) memang makin getol membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif. Kawasan pariwisata ini menjadi perhatian serius dari Presiden Jokowi, beberapa kali presiden menyampaikan untuk untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yang sebelumnya tidak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang sudah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit.

Dari sisi market juga sangat mendukung. Tapanuli Utara Silangit (wilayah Danau Toba), secara kawasan menjadi kunjungan utama wisatawan ke Sumut yang presentasenya mencapai 73 persen. Umumnya wisatawan-wisatawan itu datang dari Benua Asia seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand dan Vietnam.

Setelah Silangit naik kelas, Dirut Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba Arie berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tidak lagi melalui Kualanamu. Wisatawan akan diarahkan direct ke Silangit.(BI)

author
No Response

Leave a reply "Bandara Silangit Danau Toba Naik Kelas Jadi Bandara Internasional"